Newest Post

Makna kata "Insya Allah".

| Selasa, 29 November 2011
Baca selengkapnya »
Kata Insya Allah dulu dan sekarang rupanya ada mengalami pergeseran makna. Walau sesungguhnya dan memang seharusnya maknanya tidak boleh berubah. Namun karena terjadi pergeseran budaya dan perilaku para pemakai kata 'Insya Allah' tersebut maka seolah-olah maknanya bergeser. Padahal tidaklah demikian, dan akan tetap sama maknanya dulu dan sekarang hingga kelak dunia ini berakhir.

Mengapa saya katakan ada pergeseran makna? nah ikuti ulasannya, dan coba...

Kalau dahulu dan lebih-lebih di zaman Rasulullah kemudian dilanjut dengan para sahabat, kerabat, para jumhur ulama masih memiliki pengaruh kuat dizaman itu, maka kata Insya Allah sesungguhnya  nyaris bermakna atau berarti sebuah 'kepastian' kecuali Allah berkehendak lain. Artinya bahwa begitu beliau-beliau  mengucapkan kata 'Insya Allah' dalam sebuah janji, atau disaat beliau-beliau diminta untuk hadir pada suatu acara tertentu,  maka itu adalah suatu jaminan akan sebuah kepastian bahwa mereka akan datang, mereka akan menghadiri, mereka akan menepati janji apabila di tinjau dari sisi kapasitas mereka selaku 'manusia', terkecuali Allah berkehendak lain barulah hal itu tidak bisa terealisasi.

Namun dimasa sekarang, orang begitu gampang mengucapkan kata 'Insya Allah' sekalipun untuk sesuatu yang sebenarnya sulit untuk ia lakukan baik dipandang secara teknis, waktu, tempat, dan lainnya. Artinya sangat kecil kemungkinannya dapat ia penuhi. Bahkan tidak sedikit pula orang yang mengucapkan kata itu sesungguhnya sudah terbesit di dalam hatinya untuk tidak merealisasikan ucapannya itu. Ucapan itu sengaja disampaikan hanya dimaksudkan sekedar untuk pemanis.

Hanya saja, pemanis atau tidak pemanis, dengan ucapan itu tentu orang akan berharap kehadirannya, kedatangannya, ketepatan janjinya, dan lain-lain.

Semestinya agar tidak memberi harapan alangkah baiknya nyatakan saja dengan sejujurnya misalkan: Mohon maaf, saya tidak bisa memenuhi janji karena bla...bla...., sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya. dst. dst.

Namun nyatanya orang tetap mengatakan 'Insya Allah', sekali lagi..., walau untuk sesuatu yang tidak mungkin dapat ia lakukan. Karena dianggapnya bahwa pengertian atau makna kata 'Insya Allah' adalah hanya tergantung sikon dan tergantung perasaan hati belaka, bukan tergantung pada ketentuan Allah.

Inilah yang dimaksud pergeseran makna tadi.

Makna kata "Insya Allah".

Posted by : Bayu Yonar
Date :Selasa, 29 November 2011
With 0komentar

Rahasia tidak boleh foto bertiga.

|
Baca selengkapnya »
katanya,foto bertiga bisa mendatangkan bencana, apalagi yang saat itu pas berada di tengah. wah,bisa gawat dialah yang mati duluan. ''kata peramal katanya ini.sial benar. jadinya,nggak bebas dong foto bertiga. lalu gimana kalau saat itu mereka bertiga adalah teman akrab. dan, momen itu merupakan pertemuan mereka yang terakhir. yaa dengan terpaksa, mereka harus foto berdua-duaan. akhirnya harus jeprat-jepret tiga kali, padahal sebenarnya bisa satu kali. kasihan sekali, selain boros mereka harus gigit jari, dan hilanglah kesempatan emas foto bersama dengan sia-sia. yang lebih kacau lagi kalau filmnya tinggal satu.
belum lagi kalau sepasang suami istri ingin foto dengan anak semata wayangnya. apa yang harus di lakukan? melupakan keinginannya, atau rela dibayang-bayangi kekhawatiran akan meninggalnya salah seorang dari mereka? kasihan, bingung pilih yang mana.
Anehnya kepercayaan ini berkembang luas di berbagai daerah, baik di jawa maupun bali. padahal kalau di selidikh lebih jauh, ternyata sumber larangan ini berasal dari kepercayaan non islam yang mengaramatkan angka tiga. seperti kepercayaan tentang kahyangan tiga, padma tiga, termasuk sanggah kemulan yang ber-rong tiga.

sebagai angka keramat, anka tiga biasanya di gunakan untuk urusan sakral. kendati tiga adalah angka mukjizat,ajaib, tapi jika di hubungkan dengan manusia, biasanya angka tiga malah di anggap berakibat buruk karena memada-mada angka yang suci untuk tuhan. misalnya, dilarang metatah tiga(ganjil), tak boleh mengendarai sepeda motor bertiga, selain pasti di tilang polisi.

dalam pandangan islam tentu tidak ada hubungan antara foto bertiga dengan kematian. siapapun boleh saja foto bersama orang lain tanpa harus menghindari jumlah tiga, tanpa harus takut mendapat bencana. tapi jangan coba-coba dengan mengumbar aurat. jelas itu terlarang baik oleh etika atau norma agama.foto sendiri,berdua,bertiga dalam hukum islam itu sah dan boleh dan sebagai orang islam kita tidak boleh percaya dengan hal semacam itu bahkan kita harus tegas menolaknya. sehingga kita tidak termasuk golongan yang tercantum dalam firman Allah, ''dan apabila dikatakan kepada mereka, (ikutilah apa yang telah di turunkan Allah). mereka menjawab ''(tidak), tapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami, ''(apakah mereka akan mengikuti juga). walaupun nenek moyang itu tidak mengetahui sesuatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk? (QS.Albaqarah:170)

Rahasia tidak boleh foto bertiga.

Posted by : Bayu Yonar
Date :
With 0komentar

Rahasia Sholat 5 Waktu

| Kamis, 24 November 2011
Baca selengkapnya »
Ali bin Abi Talib r.a. berkata, “Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, ‘Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.’

Lalu Rasullullah SAW bersabda, ‘Silahkan bertanya.’

Berkata orang Yahudi, ‘Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.’

Sabda Rasullullah saw, ‘Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.’

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu mereka berkata, ‘Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.’

Rasullullah SAW bersabda, ‘Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.’

Sabda Rasullullah saw lagi, ‘Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.’

Selepas itu Rasullullah saw membaca ayat yang bermaksud, ‘Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.’

Sabda Rasullullah saw, ‘Shalat Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.’

Sabda Rasullullah saw seterusnya, ‘Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan daripada api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka mereka berkata, ‘Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?’

Sabda Rasullullah saw, ‘Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.

Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.’

Kata orang Yahudi lagi, ‘Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.’

Sabda Rasullullah saw, ‘Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:

1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.’

Kata orang Yahudi, ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.’

Sabda Rasullullah saw, ‘Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).’

Kata orang Yahudi, ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).’


Sedikit peringatan untuk kita semua: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Surah Al-Baqarah: ayat 286).

Rahasia Sholat 5 Waktu

Posted by : Bayu Yonar
Date :Kamis, 24 November 2011
With 2komentar

Info Seagames

| Rabu, 16 November 2011
Baca selengkapnya »
INILAH.COM, Jakarta - Pertandingan terakhir Grup A timnas Indonesia U-23 melawan Malaysia memang sudah tidak menentukan lagi, tapi RD tetap mewaspadai pemain 'Negeri Jiran' tersebut.

Pertandingan yang digelar hari Kamis besok (17/11/2011), sebenarnya hanya akan menentukan siapa pemuncak klasemen Grup A. Meski demikian Rahmad Darmawan menegaskan tetap akan main serius, walau jadwal dengan semifinal sangat berdekatan.

"Kami akan bermain serius dengan pemain yang sudah kita siapkan," ujar Rahmad usai latihan Selasa sore (15/11/2011).

"Memang kita akan main lagi tanggal 19, tapi tidak ada pikiran untuk melepas (pertandingan). kita pasti mau main 100 persen," tegas pelatih bertopi itu.

Ketika ditanya mengenai kekuatan calon lawan RD menjelaskan bahwa skuad 'Harimau Malaya' cukup lengkap, ditambah dengan skill kapten mereka Baddrol Bakhtiar.

"(Kekuatan mereka) hampir merata. Mereka bagus dalam organisasi bermain. Tapi yang paling bagus nomor, 10 Baddrol," sambung pelatih yang sukses bersama Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura itu.

Ketika ditanya apakah RD akan melakukan
"Sejauh ini saya belum memikirkan hal tersebut, jadi sekarang kami hanya fokus melawan Malaysia," pungkasnya.

Info Seagames

Posted by : Bayu Yonar
Date :Rabu, 16 November 2011
With 0komentar
Tag :

Hubungan antara negara dan hukum

| Senin, 14 November 2011
Baca selengkapnya »
Menurut saya hukum dan negara itu sangat erat hubungannya.
Saya berfikir, apa jadinya negara tanpa hukum?
Kejahatan akan ada dimana-mana, pelanggaran, perampokan dan kejahatan yang lain.
Apa jadinya negara dengan banyaknya kejahatan dimana-mana?

Untuk itu diperlukan hukum untuk mengurai hal yang tidak diinginkan.

Hubungan antara negara dan hukum

Posted by : Bayu Yonar
Date :Senin, 14 November 2011
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲