katanya,foto bertiga bisa mendatangkan bencana, apalagi yang saat itu pas berada di tengah. wah,bisa gawat dialah yang mati duluan. ''kata peramal katanya ini.sial benar. jadinya,nggak bebas dong foto bertiga. lalu gimana kalau saat itu mereka bertiga adalah teman akrab. dan, momen itu merupakan pertemuan mereka yang terakhir. yaa dengan terpaksa, mereka harus foto berdua-duaan. akhirnya harus jeprat-jepret tiga kali, padahal sebenarnya bisa satu kali. kasihan sekali, selain boros mereka harus gigit jari, dan hilanglah kesempatan emas foto bersama dengan sia-sia. yang lebih kacau lagi kalau filmnya tinggal satu.
belum lagi kalau sepasang suami istri ingin foto dengan anak semata wayangnya. apa yang harus di lakukan? melupakan keinginannya, atau rela dibayang-bayangi kekhawatiran akan meninggalnya salah seorang dari mereka? kasihan, bingung pilih yang mana.
Anehnya kepercayaan ini berkembang luas di berbagai daerah, baik di jawa maupun bali. padahal kalau di selidikh lebih jauh, ternyata sumber larangan ini berasal dari kepercayaan non islam yang mengaramatkan angka tiga. seperti kepercayaan tentang kahyangan tiga, padma tiga, termasuk sanggah kemulan yang ber-rong tiga.
sebagai angka keramat, anka tiga biasanya di gunakan untuk urusan sakral. kendati tiga adalah angka mukjizat,ajaib, tapi jika di hubungkan dengan manusia, biasanya angka tiga malah di anggap berakibat buruk karena memada-mada angka yang suci untuk tuhan. misalnya, dilarang metatah tiga(ganjil), tak boleh mengendarai sepeda motor bertiga, selain pasti di tilang polisi.
dalam pandangan islam tentu tidak ada hubungan antara foto bertiga dengan kematian. siapapun boleh saja foto bersama orang lain tanpa harus menghindari jumlah tiga, tanpa harus takut mendapat bencana. tapi jangan coba-coba dengan mengumbar aurat. jelas itu terlarang baik oleh etika atau norma agama.foto sendiri,berdua,bertiga dalam hukum islam itu sah dan boleh dan sebagai orang islam kita tidak boleh percaya dengan hal semacam itu bahkan kita harus tegas menolaknya. sehingga kita tidak termasuk golongan yang tercantum dalam firman Allah, ''dan apabila dikatakan kepada mereka, (ikutilah apa yang telah di turunkan Allah). mereka menjawab ''(tidak), tapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami, ''(apakah mereka akan mengikuti juga). walaupun nenek moyang itu tidak mengetahui sesuatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk? (QS.Albaqarah:170)
belum lagi kalau sepasang suami istri ingin foto dengan anak semata wayangnya. apa yang harus di lakukan? melupakan keinginannya, atau rela dibayang-bayangi kekhawatiran akan meninggalnya salah seorang dari mereka? kasihan, bingung pilih yang mana.
Anehnya kepercayaan ini berkembang luas di berbagai daerah, baik di jawa maupun bali. padahal kalau di selidikh lebih jauh, ternyata sumber larangan ini berasal dari kepercayaan non islam yang mengaramatkan angka tiga. seperti kepercayaan tentang kahyangan tiga, padma tiga, termasuk sanggah kemulan yang ber-rong tiga.
sebagai angka keramat, anka tiga biasanya di gunakan untuk urusan sakral. kendati tiga adalah angka mukjizat,ajaib, tapi jika di hubungkan dengan manusia, biasanya angka tiga malah di anggap berakibat buruk karena memada-mada angka yang suci untuk tuhan. misalnya, dilarang metatah tiga(ganjil), tak boleh mengendarai sepeda motor bertiga, selain pasti di tilang polisi.
dalam pandangan islam tentu tidak ada hubungan antara foto bertiga dengan kematian. siapapun boleh saja foto bersama orang lain tanpa harus menghindari jumlah tiga, tanpa harus takut mendapat bencana. tapi jangan coba-coba dengan mengumbar aurat. jelas itu terlarang baik oleh etika atau norma agama.foto sendiri,berdua,bertiga dalam hukum islam itu sah dan boleh dan sebagai orang islam kita tidak boleh percaya dengan hal semacam itu bahkan kita harus tegas menolaknya. sehingga kita tidak termasuk golongan yang tercantum dalam firman Allah, ''dan apabila dikatakan kepada mereka, (ikutilah apa yang telah di turunkan Allah). mereka menjawab ''(tidak), tapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami, ''(apakah mereka akan mengikuti juga). walaupun nenek moyang itu tidak mengetahui sesuatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk? (QS.Albaqarah:170)

0 komentar:
Posting Komentar